Rencana pertama kita mo naek bus ato kereta eksekutif yang tarifnya sekitar Rp. 165.000,- (ato bahkan pernah bayangin ke sana naik pesawat,,hahaha). Tapi seiring berjalannya waktu ada anggaran tak terduga saya yang harus digunakan, so kita merubah rencana dari naek kendaraan yang berbau eksekutif menjadi ekonomi. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita memilih naek kereta ekonomi Senja Bengawan dengan tarif Rp. 35.000,-. Harga yang lumayan dengan pertmbangan pada saat itu di domet saya hanya berisi uang Rp. 200.000,- (nekat.com,,hehe). Intinya pada saat itu kita berangkat dengan niat tulus mo kondangan temen seperjuangan kita waktu masih kuliah. Jadi ya berangkatlah kita ala backpacker-an dengan kaos oblong, sandal gunung dan ransel yang isinya gak jelas.
Jum'at sore 3 Desember 2010, jam waktu Jogja menunjukkan pukul 15.00 dan Fajar belom dateng juga ke kos. Ternyata perjalanan bus yang ditumpangi Fajar sampai ke condong catur depok sleman yogyakarta memakan waktu kurang lebih 2,5jam lebih (lama amaaaaatttt), karena kondisi pada waktu itu hujan ya maklum lah. Akhirnya sekitar jam 17.00 Fajar nyampe kos dan buru-buru kita cabut ke stasiun Lempuyangan takut ketinggalan kereta, dengan jadwal kereta yang berangkat jam 18.00.
Akhirnya kita sampai di stasiun dan alhamdulillah kita belum ketinggalan kereta. Setelah beli tiket, ternyata kereta terlambat datang, so kita sholat magrib dulu di mushola stasiun. Pukul 18.00 akhirnya kereta datang, dan ternyata sodara-sodara.....ternyata pada hari itu yang mo naek kereta Senja Bengawan banyak banget, 3 kampung ada deh kayaknya. Tapi its okay kita pikir kita berangkat masih stasium awal,, jadi masih ada tempat lah. Begitu kereta dateng.....tadaaa....dari ujung wetan sampe ujung kulon penuh! Saya sama Fajar sampe mlongo tau penumpang kereta masuk sampe toilet kereta segala. Sempet terpikir kita ikut kereta selanjutnya, tapi kita diburu waktu, akhirnya naiklah kita ke kereta itu.
Sampai di dalem kereta, penumpang udah penuh sesak, berdiri ya berdiri lah. Sampai beberapa stasiun berikutnya kita masih berdiri berharap ada yang turun, tapi setelah beberapa stasiun berikutnya lagi bukannya ada penumpang turun malah banyak yang naik. Akhirnya kita duduk di antara dua kursi alias di tengah jalan kereta. Cekidot poto-potonya.


20.31
yellow









Posted in: 