Selasa, 28 Juni 2011

allizwell

Tuhan..beri aku pemahaman....
Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti maksud-Mu
atau aku terlalu naif tak peduli petunjuk yang Kau berikan untukku...

Tuhan, aku belum paham...
mengapa Kau ciptakan orang-orang seperti mereka
mereka yang menyakiti sesamanya
yang bahkan mereka tidak sadar telah menyakiti orang lain
yang sakit itu lebih membekas dan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya

Tuhan,
aku memang bukan hamba-Mu yang istimewa..
aku masih sering melakukan dosa,,
apakah aku menyakiti orang lain juga Tuhan?
jangan-jangan aku termasuk orang-orang itu...

Tuhan,
ampunilah aku..
maafkanlah aku..
lindungi aku..
lapangkanlah hatiku..
berilah hamba cahaya-Mu..
hamba merindukanMu Ya Rabb..

hamba mohon berikanlah kedamaian dalam hati hamba
jagalah hamba dari perbuatan yang membuat hamba jauh dari-Mu Ya Rabb..
ikhlaskan hati hamba..
hamba mohon..
hamba mohon..
hamba mohon....

Senin, 21 Februari 2011

Lovely Dad...

Baru banyak yang musti diurusin nih...jadi daripada vakum yang repost2 diposting gak papa dah,,buat yang blm tau ajah.... :D

Ini adalah cerita tentang seorang Ayah. Mesti sudah banyak yang tau gimana perjuangan seorang Ayah demi anaknya ada baiknya kita menyimak sedikit cerita berikut ini, khususnya buat sista2....semoga membuat kita semakin menyayangi Ayah kita...

For your information, cerita ini sudah banyak di posting di situs2 lain, tapi saya tetep suka cerita ini,,cerita yang telah banyak membuat sista2 menitikkan air mata dan setelah membaca cerita singkat ini pasti akan bilang "I love you Ayah..."

Don't forget to start anything with "Bismillahirrahmaanirrahiim...."


Coba sejenak kau lihat raut keletihan dari wajah ayahmu, helai rambut yang memutih di kepalanya dan kau akan melihat betapa ayah, bapak atau papamu selalu menyayangimu dan menjagamu. Dan dibalik ketidaknyamananmu ada sebuah cinta yang selalu menjadi pelindungmu. Coba kau katakan sekali saja, ” Aku sayang sama ayah, bapak, papa. ” , kau akan melihat guratan senyum kebahagiaan dari raut bibirnya yang mungkin tidak pernah kau lihat sebelumnya. “

 Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa ?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu ?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian ?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “ Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya ” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi ?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “ Tidak boleh !”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu ? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang ?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa.”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu ?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…. kuat untuk pergi dan menjadi dewasa…

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “ Tidak…. Tidak bisa ! ”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “ Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu ”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “ Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang ”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis ?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata : “ Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.
Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak kita… adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “ KAMU BISA ” dalam segala hal..



Rabu, 26 Januari 2011

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..



Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya..
Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta’ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah. .
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..


Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu’ alaihi wa Sallam bersabda : “Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani)


sumber: sudah dikopas banyak orang, jd gak tau sumber validnya yang mana :)

Jumat, 14 Januari 2011

acak adut ke Tangerang

Acak adut ke Tangerang. Dimulai dari rencana gila saya dengan temen saya yang kekeh mo dateng kondangan temen ke Tangerang. Lokasi saya yang di Jogja dan temen saya Fajar yang di Solo mengharuskan kita setting rencana buat ke Tangerang. First, kita udah tentuin tanggalnya, kondangan hari Sabtu tanggal 4 Desember 2010, so kita harus berangkat Jum'at sore naek kereta dari stasiun Lempuyangan Jogjakarta karena Jum'at paginya saya harus ngantor dulu.


Rencana pertama kita mo naek bus ato kereta eksekutif yang tarifnya sekitar Rp. 165.000,- (ato bahkan pernah bayangin ke sana naik pesawat,,hahaha). Tapi seiring berjalannya waktu ada anggaran tak terduga saya yang harus digunakan, so kita merubah rencana dari naek kendaraan yang berbau eksekutif menjadi ekonomi. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita memilih naek kereta ekonomi Senja Bengawan dengan tarif Rp. 35.000,-. Harga yang lumayan dengan pertmbangan pada saat itu di domet saya hanya berisi uang Rp. 200.000,- (nekat.com,,hehe). Intinya pada saat itu kita berangkat dengan niat tulus mo kondangan temen seperjuangan kita waktu masih kuliah. Jadi ya berangkatlah kita ala backpacker-an dengan kaos oblong, sandal gunung dan ransel yang isinya gak jelas.


Jum'at sore 3 Desember 2010, jam waktu Jogja menunjukkan pukul 15.00 dan Fajar belom dateng juga ke kos. Ternyata perjalanan bus yang ditumpangi Fajar sampai ke condong catur depok sleman yogyakarta memakan waktu kurang lebih 2,5jam lebih (lama amaaaaatttt), karena kondisi pada waktu itu hujan ya maklum lah. Akhirnya sekitar jam 17.00 Fajar nyampe kos dan buru-buru kita cabut ke stasiun Lempuyangan takut ketinggalan kereta, dengan jadwal kereta yang berangkat jam 18.00.


Akhirnya kita sampai di stasiun dan alhamdulillah kita belum ketinggalan kereta. Setelah beli tiket, ternyata kereta terlambat datang, so kita sholat magrib dulu di mushola stasiun. Pukul 18.00 akhirnya kereta datang, dan ternyata sodara-sodara.....ternyata pada hari itu yang mo naek kereta Senja Bengawan banyak banget, 3 kampung ada deh kayaknya. Tapi its okay kita pikir kita berangkat masih stasium awal,, jadi masih ada tempat lah. Begitu kereta dateng.....tadaaa....dari ujung wetan sampe ujung kulon penuh! Saya sama Fajar sampe mlongo tau penumpang kereta masuk sampe toilet kereta segala. Sempet terpikir kita ikut kereta selanjutnya, tapi kita diburu waktu, akhirnya naiklah kita ke kereta itu.


Sampai di dalem kereta, penumpang udah penuh sesak, berdiri ya berdiri lah. Sampai beberapa stasiun berikutnya kita masih berdiri berharap ada yang turun, tapi setelah beberapa stasiun berikutnya lagi bukannya ada penumpang turun malah banyak yang naik. Akhirnya kita duduk di antara dua kursi alias di tengah jalan kereta. Cekidot poto-potonya.


Penumpang di dalem kereta (di deket pintu) saat pertama kali masuk dari stasiun Lempuyangan













Ini nih yang yang semalaman "nginjek-nginjek" kita semalaman





Cekidot bagasi atas tempat duduk yang penuh sesak





.....dan malam pun semakin larut......





....inilah tempat duduk kita dari Jogja sampe Jakarta....



Mungkin keadaan ini berlangsung setiap hari di kereta ekonomi Jogja-Jakarta, tapi saya baru tau kalo keadaanya separah ini,,hehe. Dengan keadaan seperti itu kita harus rela dilewatin a.k.a dinjek2 penumpang lain yang lewat hilir mudik dan tentunya pedagang2 asongan yang setiap detik lewat. Ketika malam semakin larut maka banyak orang yang konsentrasi menjaga barang-barangnya sendiri sudah berkurang. 

Sekitar jam 03.00 pagi saya iseng-iseng berdiri cari-cari angin. Tiba-tiba ada kaki yang turun dari atap kereta di jendela luar. Saya kira itu adalah salah satu penumpang yang tidak kebagian tempat dan dia duduk di atas kereta (berani benerr yah...).Tapi lama kelamaan dia menunduk dengan kaki bertumpu pada jendela kereta, tangannya masuk ke dalam dan mengambil kalung ibu-ibu yang sedang tidur. Sontak saja ibu-ibu itu kaget, dan juga saya. Kejadiannya begitu cepat sehingga ketika saya baru paham itu adalah penjambretan di dalam kereta yang berjalan,,,halah,,si penjambret udah menghilang naek ke atas kereta. Praktis dengan penumpang yang penuh sesak dan baru pada sadar dari tidurnya tidak ada yang mengejar atopun nyari si jambret ke atap kereta. Kejadian itu baru pertama kali saya alami. Nice experiece lah pokoknya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates