Jumat, 14 Januari 2011

acak adut ke Tangerang

Acak adut ke Tangerang. Dimulai dari rencana gila saya dengan temen saya yang kekeh mo dateng kondangan temen ke Tangerang. Lokasi saya yang di Jogja dan temen saya Fajar yang di Solo mengharuskan kita setting rencana buat ke Tangerang. First, kita udah tentuin tanggalnya, kondangan hari Sabtu tanggal 4 Desember 2010, so kita harus berangkat Jum'at sore naek kereta dari stasiun Lempuyangan Jogjakarta karena Jum'at paginya saya harus ngantor dulu.


Rencana pertama kita mo naek bus ato kereta eksekutif yang tarifnya sekitar Rp. 165.000,- (ato bahkan pernah bayangin ke sana naik pesawat,,hahaha). Tapi seiring berjalannya waktu ada anggaran tak terduga saya yang harus digunakan, so kita merubah rencana dari naek kendaraan yang berbau eksekutif menjadi ekonomi. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita memilih naek kereta ekonomi Senja Bengawan dengan tarif Rp. 35.000,-. Harga yang lumayan dengan pertmbangan pada saat itu di domet saya hanya berisi uang Rp. 200.000,- (nekat.com,,hehe). Intinya pada saat itu kita berangkat dengan niat tulus mo kondangan temen seperjuangan kita waktu masih kuliah. Jadi ya berangkatlah kita ala backpacker-an dengan kaos oblong, sandal gunung dan ransel yang isinya gak jelas.


Jum'at sore 3 Desember 2010, jam waktu Jogja menunjukkan pukul 15.00 dan Fajar belom dateng juga ke kos. Ternyata perjalanan bus yang ditumpangi Fajar sampai ke condong catur depok sleman yogyakarta memakan waktu kurang lebih 2,5jam lebih (lama amaaaaatttt), karena kondisi pada waktu itu hujan ya maklum lah. Akhirnya sekitar jam 17.00 Fajar nyampe kos dan buru-buru kita cabut ke stasiun Lempuyangan takut ketinggalan kereta, dengan jadwal kereta yang berangkat jam 18.00.


Akhirnya kita sampai di stasiun dan alhamdulillah kita belum ketinggalan kereta. Setelah beli tiket, ternyata kereta terlambat datang, so kita sholat magrib dulu di mushola stasiun. Pukul 18.00 akhirnya kereta datang, dan ternyata sodara-sodara.....ternyata pada hari itu yang mo naek kereta Senja Bengawan banyak banget, 3 kampung ada deh kayaknya. Tapi its okay kita pikir kita berangkat masih stasium awal,, jadi masih ada tempat lah. Begitu kereta dateng.....tadaaa....dari ujung wetan sampe ujung kulon penuh! Saya sama Fajar sampe mlongo tau penumpang kereta masuk sampe toilet kereta segala. Sempet terpikir kita ikut kereta selanjutnya, tapi kita diburu waktu, akhirnya naiklah kita ke kereta itu.


Sampai di dalem kereta, penumpang udah penuh sesak, berdiri ya berdiri lah. Sampai beberapa stasiun berikutnya kita masih berdiri berharap ada yang turun, tapi setelah beberapa stasiun berikutnya lagi bukannya ada penumpang turun malah banyak yang naik. Akhirnya kita duduk di antara dua kursi alias di tengah jalan kereta. Cekidot poto-potonya.


Penumpang di dalem kereta (di deket pintu) saat pertama kali masuk dari stasiun Lempuyangan













Ini nih yang yang semalaman "nginjek-nginjek" kita semalaman





Cekidot bagasi atas tempat duduk yang penuh sesak





.....dan malam pun semakin larut......





....inilah tempat duduk kita dari Jogja sampe Jakarta....



Mungkin keadaan ini berlangsung setiap hari di kereta ekonomi Jogja-Jakarta, tapi saya baru tau kalo keadaanya separah ini,,hehe. Dengan keadaan seperti itu kita harus rela dilewatin a.k.a dinjek2 penumpang lain yang lewat hilir mudik dan tentunya pedagang2 asongan yang setiap detik lewat. Ketika malam semakin larut maka banyak orang yang konsentrasi menjaga barang-barangnya sendiri sudah berkurang. 

Sekitar jam 03.00 pagi saya iseng-iseng berdiri cari-cari angin. Tiba-tiba ada kaki yang turun dari atap kereta di jendela luar. Saya kira itu adalah salah satu penumpang yang tidak kebagian tempat dan dia duduk di atas kereta (berani benerr yah...).Tapi lama kelamaan dia menunduk dengan kaki bertumpu pada jendela kereta, tangannya masuk ke dalam dan mengambil kalung ibu-ibu yang sedang tidur. Sontak saja ibu-ibu itu kaget, dan juga saya. Kejadiannya begitu cepat sehingga ketika saya baru paham itu adalah penjambretan di dalam kereta yang berjalan,,,halah,,si penjambret udah menghilang naek ke atas kereta. Praktis dengan penumpang yang penuh sesak dan baru pada sadar dari tidurnya tidak ada yang mengejar atopun nyari si jambret ke atap kereta. Kejadian itu baru pertama kali saya alami. Nice experiece lah pokoknya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates